Manusia tidaklah hanya sebagai makhluk individu, tetapi juga makhluk sosial. Begitulah kata-kata yang selalu guruku ajarkan padaku. Sebagai makhluk sosial banyak hal yang harus dikerjakan dengan kebersamaan atau keterlibatan orang lain. Ketika kita sedang berinteraksi dengan orang lain secara tidak sadar kita sedang melakukan sosialisasi. Saat melakukan sosialisasi ada beberapa perbedaan antara kita dengan orang lain, baik dari cara berbicara, berperilaku, maupun kebiasaan-kebiasaannya, dll. Di mata kuliah ini aku berharap dapat lebih memahami berbagai macam perbedaan yang ada antara aku dengan orang lain. Perbedaan antar suku, ras, bangsa, maupun kepercayaan seseorang. Di mata kuliah Humanistics Studies ini pula aku ingin belajar lebih mengetahui kebudayaan-kebudayaan yang ada dalam suatu kelompok masyarakat yang memiliki ciri khas yang berbeda-beda. Semoga dengan begitu aku dapat lebih memahami karakter dari setiap individu. Dengan mengetahui berbagai macam kebudayaan yang ada di Negara ini, aku juga mengharapkan nantinya dapat menjaga satu sama lain kebudayaan yang ada di Negara ini, sehingga tidak hilang begitu saja oleh kebudayaan asing yang baru datang.
Aku merupakan makhluk sosial karena dalam menjalani kehidupan sehari-hari aku membutuhkan orang lain. Di mulai dari keluargaku, teman-teman, Ibu dan Bpk guru di sekolah , Sopir angkot ketika berangkat dan pulang sekolah, Dokter ketika aku sakit, Dosenku sekarang di SSE dan masih banyak lagi orang-orang yang telah membantuku dalam menjalani hidup ini. Sikapku terhadap mereka semua sama yaitu menghormatinya dan menyayanginya dengan segenap hati. Keluargaku adalah orang yang paling berjasa dalam hidupku, orang tuaku telah memberikan kesempatan padaku untuk menikmati indahnya dunia ini dan kakak serta adikku telah memberikan hidup ini lebih berwarna.
Hidupku akan hampa jika tidak bertemu teman, apalagi jika tidak memilikinya. Tak terbayangkan apa yang akan terjadi pada diri ini jika hidup tanpa teman. Aku sangat bahagia sekali jika berada di dekat orang-orang yang usianya tidak jauh berbeda denganku. Di SSE ini banyak berbagai teman dari suku yang berbeda, aku pun sangat bahagia melihat perbedaan tersebut. Dengan begitu aku dapat mengambil sisi positifnya yaitu semakin mengetahui karakter dari setiap suku. Tidak ada yang dapat memisahkan pertemanan aku dengan seseorang yang aku ingin merasa dekat dengannya.
Di SSE pula banyak temanku yang memiliki keyakinan berbeda, tetapi kita tidak menganggap itu sebagai suatu masalah yang harus dibesar-besarkan. Itu adalah masalah keyakinan yang setiap orang berhak memilihnya. Intinya kita sama-sama diajarkan mengerjakan kebaikan. Jadi, berbuatlah baik kepada setiap orang dan semua ciptaan-Nya tanpa melihat keyakinan yang dipegang olehnya tanpa mengharapkan imbalan. Karena suatu saat nanti kita juga akan membutuhkan orang lain yang mungkin berbeda keyakinan dengan kita. Hal ini mengingatkanku pada kata mutiara yang berbunyi, “Jangan pikirkan apa yang kita dapatkan, tetapi pikirkan apa yang dapat kita lakukan untuk orang lain yang bermanfaat” (Mario Teguh).
Tanpa seorang guru, aku akan menjadi seorang yang bodoh yang tidak dapat melakukan hal yang berguna dan bermanfaat untukku dan orang lain. Begitu banyak ilmu yang telah beliau berikan padaku, tak terhitungkan, tak terbayangkan dan jasa beliau tanpa tanda jahasa. Tidak sedikit pula perilaku baik yang telah ia contohkan padaku sebagai teladan dalam berperilaku sehari-hari. Maka sepantasnya aku memberikan rasa hormat dan patuh yang besar kepadanya. Usia dan pekerjaan bukanlah suatu hal yang perlu dibedakan, aku pun akan memiliki rasa hormat yang tinggi kepada Sopir angkot yang telah memgantarkan dan menjemputku setiap kali berangkat dan pulang menuntut ilmu. Mereka telah berbuat amal yang begitu besar, berbaik hati mengantarkan penumpang-penumpangnya ketempat tujuan. Tidak mengenal teriknya panas sinar matahari maupun lebatnya hujan melawan arah lajunya. Mereka mencari nafkah untuk keluarganya, betapa senang hatiku melihat orang tua yang berjuang demi keluarganya dan anak-anaknya dirumah seperti itu. Perasaanku sangat bangga kepada mereka yang telah berjuang dan berkorban besar bagi keluarganya.