Dunia ini luas, besar, dan beragam. Mulai dari sukunya, bahasanya, adat istiadatnya, maupun perilaku seseorang yang masing-masing berbeda karakteristiknya. Keanekaragaman tersebut bagi saya adalah sebuah dorongan dalam hati untuk dapat lebih memahami hidup ini menjadi lebih bermakna diantara suku atau kebudayaan lain. Selain itu, juga untuk memperjuangkan hidup saya yang memiliki ras, suku, bahasa maupun perbedaan lainnya untuk saling menghormatinya. Ketika dalam suatu wilayah terdapat masyarakat yang homogen maka disanalah perlu adanya rasa toleransi dan kepedulian sesama.
Bagaimana jika kita bertemu dengan orang yang belum memiliki rasa toleran atau peduli kepada kita?. Jika saya memiliki masalah maka saya tidak akan melarikan diri begitu saja karena keputusan itu tidaklah tepat dan tidak akan memecahkan masalah yang terjadi dan saya tetap harus menghadapinya. Seperti pepatah mengatakan sepandai-pandai tupai melompat maka akan terjatuh pula. Saya hidup tidak hanya sebagai makhluk individu, tetapi juga makhluk sosial yang sangat membutuhkan orang lain dalam menjalani hidup sehari-hari. Setiap manusia pasti ingin dimengerti, ingin dimanjakan ataupun merasa diperlukan. Seseorang yang belum memiliki rasa toleransi dan kepedulian mungkin saja sebenarnya ia ingin dimengerti atau diperhatikan terlebih dahulu. Jadi, tidaklah salah jika saya lebih dahulu untuk mengerti dan memahaminya untuk membuat ia merasa lebih nyaman dengan saya.
Belum memiliki rasa toleran atau kepedulian bukan berarti hanya terjadi pada orang-orang yang memiliki perbedaan suku, bahasa, kebudayaan ataupun keyakinannya. Hal tersebut dapat saja terjadi dengan orang-orang yang berasal dari satu wilayah atau daerah. Jadi, perbedaan bukanlah suatu hal yang harus dibesar-besarkan ataupun sebagai alasan untuk mengucilkan dan menghina satu sama lain. Akan tetapi jadikanlah perbedaan sebagai pelajaran baru yang dapat dipetik hikmah dari kejadian itu. Perbedaan merupakan sesuatu yang unik yang dapat membuat kita saling mengenal dan memahaminya, sehingga akan ada komunikasi antara suatu suku dengan suku lain.
Perbedaan juga terjadi pada diri saya yang merupakan seorang anak perempuan, yang masih sekolah ditingkat Perguruan Tinggi, berasal dari suku Betawi, dan beragama Islam. Awalnya saya selalu merasa sebagai seorang yang memiliki mayoritas karena sejak kecil saya hidup ditengah-tengah orang yang beragama Islam seperti saya, bersuku betawi, dan berbahasa betawi. Sedangkan jumlah mereka orang-orang yang berlainan suku dah bahasa dengan saya hanyalah sedikit, sehingga saya merasa sudah memahami wilayah saya dengan baik.
Namun, ketika saya memasuki dunia di Perguruan Tinggi terjadi suatu hal yang baru bagi diri ini. Sebelumnya saya merasa seorang yang selalu menjadi mayoritas tetapi ketika di sana saya menjadi minoritas. Tidak banyak dari mahasiswa di Perguruan Tinggi tempat saya belajar yang berasal dari suku Betawi. Kebanyakan dari mereka berasal dari Sunda, Jawa maupun Batak. Setiap suku mempunyai adat istiadat dan kebudayaan yang berbeda. Mereka yang bersukukan Sunda memiliki suara yang lembut dan halus ketika berbicara begitu pula dengan Jawa. Sedangkan teman saya yang berasal dari Batak ada yang memiliki suari keras ada pula yang lembut. Hal itu tergantung dari pribadi masing-masing dan karakteristiknya, sehingga sekarang saya tahu secara langsung karakteristik dari beberapa suku.
Akan tetapi disisi lain saya masih menjadi mayoritas dilingkungan saya yaitu sebagai seorang perempuan yang beragama Islam. Hal ini masih menjadi suatu hal yang baru bagi saya ketika banyak orang disekeliling saya yang berbeda keyakinan. Perbedaan tersebut telah menjadi pelajaran baru bagi saya untuk hidup saling melengkapi satu sama lain dan memotivasi saya untuk menjadi lebih baik dalam mentaati perintah-Nya, separti teman-teman saya yang beragama lain yang menurut pemandangan saya mereka sangatlah patuh dengan apa yang diperintahkan oleh Tuhannya. Jadi, saya dapat menyimpulkan bahwa setiap manusia pasti pernah merasakan dirinya sebagai mayoritas dan juga minoritas, hanya saja memiliki jalan yang berbeda dalam hal bagaimana ia dapat beradaptasi dengan baik diantara dua bagian tersebut.
By Mulyati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar